Malaysia, Uniki – Nilai budaya Aceh kembali mendapat panggung di tingkat internasional. Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) berhasil memukau sivitas akademika INTI International University, Malaysia, melalui penampilan Tari Meusare-Sare dalam rangkaian program International Mobility dan Visiting Lecturer. Penampilan tersebut mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari Prof. Dr. Goh Khang Wen, Pro Vice Chancellor, Global Engagement International Relations and Collaboration Centre INTI International University. Kami, (23/7/2026)


Prof. Dr. Goh Khang Wen menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan budaya Aceh yang ditampilkan mahasiswa UNIKI. Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya memperlihatkan keindahan seni tari, tetapi juga menjadi media diplomasi budaya yang efektif dalam mempererat hubungan antarbangsa melalui dunia pendidikan.
Tari Meusare-Sare merupakan salah satu tarian tradisional Aceh yang diciptakan oleh Yuslizar di Kota Banda Aceh pada tahun 1958. Kata meusare-sare berasal dari bahasa Aceh yang berarti bersama-sama atau bergotong royong. Makna tersebut mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Aceh dalam menjalani kehidupan sehari-hari, khususnya ketika bertani, menangkap ikan, maupun melaksanakan berbagai aktivitas sosial yang mengutamakan kerja sama dan solidaritas.
Gerakan-gerakan dalam Tari Meusare-Sare menggambarkan aktivitas masyarakat yang saling membantu, bekerja dengan penuh kekompakan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi identitas budaya Aceh yang hingga kini terus diwariskan kepada generasi muda.

Penampilan mahasiswa UNIKI di INTI International University merupakan implementasi dari Project Mata Kuliah Tari Tradisional Aceh pada Program Studi Seni Pertunjukan. Melalui pendekatan project-based learning, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori mengenai seni budaya daerah, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuan mereka pada forum internasional sehingga mampu menjadi duta budaya Aceh di tingkat global.

Tim tari dipimpin oleh Novita Hidayani, M.Sn. selaku Ketua Tim, dengan anggota yang terdiri atas mahasiswa Program Studi Seni Pertunjukan, yaitu:
Syaikhan Khalis (Semester 2)
Ira Nika (Semester 4)
Sitti Baizura (Semester 4)
Fasha Shadira (Semester 2)
Muhammad Fazil (Semester 4)
Keunikan tim ini semakin terlihat dengan keterlibatan seorang mahasiswa lintas program studi, yaitu Nurul Safitri (Semester 2) dari Fakultas Hukum. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika tanpa memandang latar belakang disiplin ilmu.
Penampilan Tari Meusare-Sare berlangsung dengan penuh semangat dan mendapat sambutan meriah dari dosen, mahasiswa, serta tamu undangan di INTI International University. Harmoni gerakan, kekompakan para penari, serta iringan musik khas Aceh berhasil menghadirkan suasana yang memikat dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIKI tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menjadi duta budaya Indonesia, khususnya Aceh, di tingkat global. Melalui seni pertunjukan, mahasiswa memperkenalkan nilai-nilai gotong royong, persatuan, dan kebersamaan yang menjadi filosofi masyarakat Aceh kepada komunitas internasional.
Program ini juga sejalan dengan komitmen UNIKI dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan kolaborasi akademik, pertukaran budaya, dan pengembangan kompetensi mahasiswa berbasis kearifan lokal. Kehadiran Tari Meusare-Sare di panggung internasional menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Aceh sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antara UNIKI dan INTI International University.
Apresiasi yang diberikan oleh Prof. Dr. Goh Khang Wen menjadi motivasi bagi mahasiswa UNIKI untuk terus mengembangkan potensi seni dan budaya sebagai bagian dari diplomasi pendidikan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga budaya Aceh semakin dikenal luas di dunia internasional, sekaligus memperkuat posisi UNIKI sebagai perguruan tinggi yang aktif mengintegrasikan pendidikan, kebudayaan, dan kerja sama global.
