Dekan FAPERTA Bentuk Tim Khusus, Mahasiswa Pertanian UNIKI Turun Memetakan komoditi jagung Kab Bireuen

Bireuen, Uniki – Mahasiswa Program Studi Ilmu Pertanian Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) melaksanakan pembelajaran berbasis lapangan di Desa Bate Raya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Minggu, 9/8/2026.

Kegiatan pembelajaran berbasis lapangan ini difokuskan pada pendataan serta pengamatan langsung terhadap usaha dan produksi jagung yang dikembangkan masyarakat desa.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya FAPERTA UNIKI untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual kepada mahasiswa. Tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas, mahasiswa juga diarahkan untuk memahami kondisi pertanian secara langsung melalui interaksi dengan petani dan pengamatan terhadap aktivitas budidaya di lapangan.

Tim mahasiswa yang diterjunkan ke Desa Bate Raya merupakan tim yang dibentuk oleh Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si. Tim tersebut mendapatkan tugas untuk mengumpulkan data terkait produksi jagung, mulai dari proses budidaya, luas lahan, penggunaan sarana produksi, produktivitas, biaya usaha tani, hingga pemasaran hasil produksi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan petani untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi usaha tani jagung di Desa Bate Raya. Data yang diperoleh nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus memberikan gambaran mengenai potensi dan berbagai permasalahan yang dihadapi petani jagung di tingkat desa.

Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si., menegaskan bahwa pembelajaran lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk mahasiswa pertanian yang memiliki kemampuan akademik sekaligus memahami realitas pertanian di masyarakat.

“Mahasiswa pertanian tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas. Mereka harus melihat langsung bagaimana petani melakukan budidaya, bagaimana produksi dihitung, apa kendala yang dihadapi, serta bagaimana hasil pertanian dipasarkan. Dari proses tersebut mahasiswa belajar menganalisis persoalan pertanian berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pendataan produksi jagung juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengolah data pertanian secara sistematis. Data lapangan yang dikumpulkan dapat menjadi dasar untuk melakukan analisis usaha tani, mengidentifikasi potensi peningkatan produktivitas, serta merumuskan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan komoditas jagung di wilayah tersebut.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen FAPERTA UNIKI dalam menerapkan pembelajaran berbasis pengalaman dan permasalahan nyata di masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi pertanian yang mereka temukan di lapangan.

Selain meningkatkan kompetensi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dengan masyarakat petani. Ke depan, data dan hasil pengamatan mahasiswa diharapkan dapat dikembangkan menjadi bahan kajian akademik maupun dasar bagi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan lapangan ini, FAPERTA UNIKI terus mendorong mahasiswa untuk menjadi calon sarjana pertanian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan observasi, analisis, komunikasi dengan petani, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan pembangunan pertanian di daerah.