Bireuen, Uniki – Sebanyak 1.468 mahasiswa baru Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) mengikuti Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POMABA) Tahun Akademik 2026 yang digelar serentak di Kampus UNIKI Bireuen dan Kampus UNIKI Lhokseumawe, Jumat–Minggu (28–30/8/2026).
POMABA 2026 menjadi gerbang awal bagi ribuan mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, budaya kampus, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika pendidikan tinggi dan tantangan dunia kerja.

Mengusung tema “Membangun Generasi UNIKI yang Profesional, Unggul, Islami, Adaptif dan Berdampak untuk Aceh Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai agenda pengenalan kampus, tetapi juga sebagai momentum membentuk karakter dan pola pikir mahasiswa sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.

Rektor UNIKI, Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., berhalangan hadir secara langsung dalam rangkaian POMABA 2026 karena mendapat undangan untuk menjalankan tugas akademik sebagai Penguji Eksternal Program S3 pada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UNM).
Kendati tidak dapat hadir langsung, Rektor tetap menyampaikan pesan dan arahannya kepada mahasiswa baru yang dibacakan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M.
Dalam sambutannya, Zainuddin Iba menegaskan bahwa POMABA harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru.

Menurutnya, mahasiswa yang memasuki dunia perguruan tinggi harus mulai membangun karakter, kompetensi, kreativitas, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“POMABA UNIKI tahun ini mengangkat tema ‘Membangun Generasi UNIKI yang Profesional, Unggul, Islami, Adaptif dan Berdampak untuk Aceh Maju Menuju Indonesia Emas 2045’. Tema ini memuat pesan mendalam agar mahasiswa memiliki integritas, inovasi, dan nilai keislaman,”ujar Zainuddin Iba dalam sambutannya.
Ia juga memberikan penekanan khusus kepada mahasiswa baru agar tidak berhenti pada orientasi sebagai pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang mendapatkan pekerjaan, jadilah generasi yang mampu menciptakan pekerjaan. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi jadilah pencipta dan penggerak teknologi,”tegasnya.
Pesan tersebut, kata Rektor, sejalan dengan tantangan generasi muda saat ini yang dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan karya serta memberikan solusi bagi masyarakat.
Mahasiswa Diminta Jadi Penggerak Pembangunan Aceh
Zainuddin Iba juga mengingatkan bahwa mahasiswa UNIKI memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, proses pendidikan di kampus harus dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
Ia berharap mahasiswa baru mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengasah kompetensi, memperluas wawasan, membangun jejaring dan menghasilkan karya yang memberikan dampak nyata.
Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris dalam arahannya mengajak agar mahasiswa baru lebih cepat beradaptasi dengan kehidupan kampus.
“Jadilah Mahasiswa yang produktif, Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, akan tetapi wadah oraganisasi mahasiswa tempat untuk mengembangkan minta dan bakat mahasiswa, saya berharap mahasiswa baru bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus dan menjadi Agent perubahan di tengah-tengah masyarakat”. Ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan POMABA 2026.
Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., melalui Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M., mengapresiasi peran UNIKI dalam menyiapkan sumber daya manusia bagi daerah.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang memiliki karakter, kepedulian sosial dan kesiapan untuk mengambil bagian dalam pembangunan.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi berkarakter kuat, peduli sosial, serta siap berkontribusi bagi pembangunan daerah,”kata Mulyadi.
POMABA Digelar Tiga Hari di Dua Kampus
POMABA UNIKI 2026 berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan di halaman tengah Kampus UNIKI Bireuen dan Kampus UNIKI Lhokseumawe.
Sejak hari pertama, Jumat (28/8/2026), mahasiswa baru mulai memadati lokasi kegiatan sejak pukul 07.30 WIB. Peserta mengikuti registrasi, menerima almamater dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), kemudian mengikuti rangkaian pembukaan.
Pembukaan semakin semarak dengan penampilan tarian Meuhidang yang dibawakan mahasiswa Program Studi Seni Tari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIKI.
Pembukaan POMABA 2026 ditandai dengan penyematan jaket almamater secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru. Penyematan dilakukan oleh Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., bersama Asisten I Setdakab Bireuen dan Kapolres Bireuen AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., Kodim diwakili Infanteri Adha Nizar, dari BNN Saima, S.Km., M.M.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Yayasan Kebangsaan Bireuen, pimpinan rektorat, para dekan, pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) UNIKI serta sejumlah tamu undangan.
Dengan jumlah peserta mencapai 1.468 mahasiswa baru, POMABA 2026 menjadi salah satu momentum penting UNIKI dalam menyambut generasi baru yang akan menempuh pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang profesional, unggul, islami, adaptif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Aceh serta Indonesia.
