Kepala LPPM UNIKI Pimpin Tim Ahli Pembangunan Sekolah Rakyat Pidie Jaya

Pidie Jaya, Uniki – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. Iskandar, M.Pd., memimpin tim ahli dalam kegiatan Sosialisasi dan Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 26 di Kabupaten Pidie Jaya, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pidie Jaya tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Camat Bandar Dua. Konsultasi publik ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pidie Jaya, Azharyadi, S.Pi., M.M.; Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya; perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Pidie Jaya; Camat Bandar Dua; Danramil Bandar Dua; Kapolsek Bandar Dua; serta tim ahli UNIKI.

Tim ahli yang dipimpin Dr. Iskandar, M.Pd., turut didampingi Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M.; Ir. Muhammad Alghifari, S.Tr.T., M.T.; Mizan Maulana, S.P., M.Si.; Muhammad Furqan, M.Si.; dan Suwaida, S.Hi., M.S.M.

Dalam sambutannya, Azharyadi menyampaikan bahwa konsultasi publik menjadi tahapan penting dalam penyusunan dokumen AMDAL, khususnya untuk menghimpun aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap rencana pembangunan Sekolah Rakyat.

“Forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan informasi mengenai rencana pembangunan sekaligus menghimpun saran, masukan, tanggapan, dan aspirasi masyarakat serta instansi terkait,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi lingkungan dan sosial di sekitar lokasi pembangunan. Masukan yang dihimpun akan menjadi bahan pertimbangan dalam mengidentifikasi potensi dampak lingkungan serta merumuskan langkah pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang sesuai.

Sementara itu, Ketua LPPM UNIKI, Dr. Iskandar, M.Pd., mengatakan bahwa tim ahli UNIKI mendukung proses kajian melalui pendekatan akademik dan profesional. Kajian tersebut memperhatikan berbagai aspek, meliputi lingkungan fisik, sosial, ekonomi, serta kondisi masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.

Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam proses konsultasi publik agar berbagai aspirasi dan persoalan di lapangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen AMDAL.

“Melalui konsultasi publik, kami berharap aspirasi masyarakat dapat terakomodasi dalam proses kajian sehingga perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat dapat mempertimbangkan kondisi lingkungan dan sosial di wilayah setempat,” ungkapnya.

Bagi UNIKI, keterlibatan dosen dan tenaga ahli dalam penyusunan AMDAL merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keahlian akademik tidak hanya dikembangkan di lingkungan kampus, tetapi juga diterapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan daerah.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat yang terarah, bertanggung jawab, serta memperhatikan prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Konsultasi publik ini menjadi bagian dari proses penyusunan kajian lingkungan untuk memastikan rencana pembangunan mempertimbangkan potensi dampak yang mungkin timbul sekaligus memperhatikan kepentingan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.