Dekan Faperta UNIKI Kolaborasi dengan Desa Kalasegi Menuju Desa Wisata Global

Aceh Tengah, Uniki – Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) menjalin kolaborasi dengan Desa Kalasegi, Aceh Tengah, untuk mengembangkan potensi lokal menuju desa mandiri dan berdaya saing di sektor pariwisata.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara tim penelitian Hibah Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 yang dipimpin Dekan Faperta UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si., dan Kepala Desa Kalasegi, Tirkenali, Kamis (22/10/2026).

Kedatangan tim yang terdiri atas Mizan Maulana, Dian Eriani, S.H., M.H., Murni, S.E., M.Si., serta seluruh mahasiswa peserta program disambut langsung oleh Kepala Desa Kalasegi. Melalui kerja sama ini, Desa Kalasegi ditetapkan sebagai desa binaan Faperta UNIKI untuk mendorong pengembangan potensi desa berbasis kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat.

Mizan Maulana mengatakan, Desa Kalasegi memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

“Kami telah meninjau sejumlah potensi yang dimiliki Desa Kalasegi. Jika dikembangkan dengan baik, potensi tersebut dapat mendorong terwujudnya desa mandiri dengan nilai ekonomi yang tinggi, khususnya di sektor pariwisata dan pengembangan sumber daya lokal, Keberadaan mahasiswa yang melaksanakan pengabdian menjadi faktor penting” ujar Mizan.

Menurutnya, penandatanganan MoA menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara UNIKI dan pemerintah desa. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengabdian, tetapi berlanjut pada pendampingan dan pengembangan potensi desa yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Kalasegi, Tirkenali, menyambut baik kehadiran tim penelitian UNIKI yang memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan program Hibah Mahasiswa Berdampak Aksara 2026.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Rektor UNIKI beserta seluruh jajaran yang telah memilih Desa Kalasegi sebagai lokasi pengabdian. Kami berharap kolaborasi ini dapat membantu mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Tirkenali.

Ia menjelaskan, Desa Kalasegi memiliki potensi pariwisata yang dapat memberikan dampak ekonomi apabila dikelola secara optimal. Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah sumber mata air yang, menurutnya, telah melalui pengujian kelayakan dan berpeluang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Tirkenali berharap, melalui program tersebut, sumber mata air dan potensi lokal lainnya dapat dikelola secara produktif oleh pemerintah desa bersama masyarakat, sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan warga.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal UNIKI dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan desa. Melalui sinergi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan keterlibatan mahasiswa, pengembangan Desa Kalasegi diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat fondasi menuju desa wisata yang berdaya saing global.