UNIKI Beri Penghargaan Purnabakti Sutoyo S.E., M.Si

Bireuen-Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara serah terima penghargaan dan purna bakti Bapak Sutoyo, S.E., M.Si yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia digelar di ruang teleconference UNIKI Senin (2/3/2026).

Turut hadir dalam acara tersebut Dosen, Dekanat dan Unsur Pimpinan Universitas.  Acara tersebut menjadi momen penghormatan atas dedikasi dan pengabdian beliau selama 18 tahun berkiprah sebagai dosen di UNIKI. Rektor UNIKI, Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., dalam kesempatan yang sama juga membagikan kisah perjuangannya di masa awal berdirinya kampus. Ia menceritakan bagaimana perjalanan membangun UNIKI dimulai dari keterbatasan. Bahkan, dahulu ia harus naik angkutan umum (angkot) dari Lhokseumawe ke Bireuen dalam menjalankan tugas.

“ Bapak Sutoyo menjalani pensiun di usia 65 tahun, Perjalanan membangun kampus ini penuh tantangan. Pernah juga saya diberikan mobil dinas berupa pick up sebagai fasilitas saat itu. Semua itu menjadi bagian dari sejarah dan perjuangan kita bersama,” kenang Rektor.

Rektor menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Sutoyo atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusinya dalam membesarkan UNIKI. Ia menilai pengabdian yang telah diberikan menjadi bagian penting dari perjalanan institusi.

“Terima kasih atas seluruh dedikas yang telah diberikan kepada kampus tercinta UNIKI, kami doakan Bapak Sutoyo menjalani Purna tugas sehat selalu”

Dalam sambutannya, Bapak Sutoyo mengenang perjuangannya saat mengikuti proses Sertifikasi Dosen (Serdos). Ia menceritakan bahwa untuk memperoleh sertifikasi tersebut tidaklah mudah. Beberapa kali beliau harus mengikuti ujian salah satu syarat sertifikasi dosen yaitu TOEFL hingga akhirnya berhasil meraih sertifikasi dosen.

“Semua butuh proses dan kesabaran. Alhamdulillah, dengan usaha dan doa, saya akhirnya mendapatkan sertifikasi dosen,” ungkapnya penuh haru.

Sementara itu, Bapak Sutoyo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan, rekan dosen, dan seluruh civitas akademika UNIKI atas kebersamaan dan kerja sama selama ini. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa pengabdiannya terdapat kekhilafan. Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian beliau serta doa bersama agar silaturahmi tetap terjaga meskipun telah memasuki masa purna bakti.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan pengabdian adalah bagian dari sejarah panjang perjuangan sebuah institusi dalam mencerdaskan generasi bangsa.