Dosen UNIKI Masuk Jajaran Peneliti Terbaik Versi AD Scientific Index 2026, Novia Hasdyna dan Kamaruddin Pimpin Peringkat Kampus

Bireuen, Uniki – Prestasi akademik Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) kembali mendapat pengakuan pada level nasional dan internasional. Berdasarkan pemeringkatan AD Scientific Index 2026, sejumlah dosen UNIKI berhasil masuk dalam daftar peneliti dengan kinerja akademik terbaik berdasarkan indikator sitasi ilmiah, produktivitas publikasi, dan dampak penelitian yang terukur melalui Google Scholar.

Pada pemeringkatan tahun 2026 tersebut, Novia Hasdyna, M.Kom menempati posisi pertama di lingkungan UNIKI dengan H-Index 18, disusul Dr. Kamaruddin dengan H-Index 15. Sementara posisi berikutnya ditempati oleh sejumlah dosen yang telah aktif menghasilkan publikasi ilmiah dan karya penelitian yang banyak dirujuk oleh peneliti lain.

10 Besar Dosen UNIKI Versi AD Scientific Index 2026

  1. Novia Hasdyna – H-Index 18
  2. Kamaruddin – H-Index 15
  3. T. Irfan Fajri – H-Index 10
  4. Azhari – H-Index 10
  5. Amrullah – H-Index 10
  6. M. Yusuf A. Samad – H-Index 8
  7. Rahmi – H-Index 7
  8. Mutasar – H-Index 7
  9. Imam Malik – H-Index 6
  10. Fatimah Zuhra – H-Index 6

Capaian ini menunjukkan bahwa budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan UNIKI terus berkembang. Semakin tinggi nilai H-Index seorang dosen, semakin besar pula pengaruh karya ilmiahnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan karena publikasi tersebut banyak dikutip oleh peneliti lain.

Apa Itu AD Scientific Index?

AD Scientific Index atau Alper-Doger Scientific Index merupakan sistem pemeringkatan ilmuwan dan institusi akademik yang berbasis pada data publik dari Google Scholar. Berbeda dengan banyak pemeringkatan universitas yang lebih menitikberatkan pada reputasi institusi, AD Scientific Index menilai langsung performa individual para akademisi melalui indikator bibliometrik yang dapat diverifikasi secara terbuka.

Saat ini AD Scientific Index menganalisis lebih dari 2,6 juta ilmuwan dan puluhan ribu institusi pendidikan serta lembaga penelitian dari lebih dari 220 negara di dunia. Pemeringkatan dilakukan secara berkala dan diperbarui secara rutin berdasarkan perkembangan data publikasi dan sitasi para peneliti.

Dalam melakukan penilaian, AD Scientific Index menggunakan beberapa indikator utama, yaitu:

  • H-Index 
  • i10-Index 
  • Jumlah Sitasi (Citation) 
  • Data keseluruhan karier akademik
  • Data produktivitas dalam lima tahun terakhir

Pendekatan ini memungkinkan pemeringkatan tidak hanya melihat prestasi masa lalu seorang akademisi, tetapi juga mengukur produktivitas riset terkini dan momentum akademiknya.

Apa Itu H-Index?

H-Index merupakan salah satu indikator paling populer dalam dunia akademik untuk mengukur produktivitas dan dampak penelitian seorang ilmuwan. Secara sederhana, seorang dosen memiliki H-Index 10 apabila ia memiliki minimal 10 artikel ilmiah yang masing-masing telah disitasi sedikitnya 10 kali oleh peneliti lain.

Karena itu, H-Index tidak hanya menunjukkan jumlah publikasi, tetapi juga kualitas dan pengaruh publikasi tersebut dalam komunitas ilmiah.

Sebagai contoh:

  • H-Index 5 berarti memiliki 5 artikel yang masing-masing dikutip minimal 5 kali.
  • H-Index 10 berarti memiliki 10 artikel yang masing-masing dikutip minimal 10 kali.
  • H-Index 18 berarti memiliki 18 artikel yang masing-masing telah dikutip minimal 18 kali.

Mengapa Pemeringkatan Ini Penting bagi Dosen?

Bagi seorang dosen, posisi dalam AD Scientific Index bukan sekadar angka atau prestise pribadi. Pemeringkatan ini memiliki banyak manfaat strategis, antara lain:

1. Mengukur Kinerja Penelitian

AD Scientific Index memberikan gambaran objektif mengenai produktivitas dan dampak penelitian seorang dosen. Melalui data sitasi dan H-Index, dosen dapat mengetahui sejauh mana karya ilmiahnya dimanfaatkan oleh komunitas akademik dunia.

2. Mendukung Kenaikan Jabatan Akademik

Publikasi ilmiah dan sitasi merupakan salah satu komponen penting dalam proses kenaikan jabatan akademik, mulai dari Asisten Ahli hingga Guru Besar. Kinerja yang baik pada indikator-indikator tersebut menjadi nilai tambah bagi dosen dalam pengembangan karier akademik.

3. Meningkatkan Reputasi Institusi

Semakin banyak dosen yang memiliki H-Index tinggi, maka semakin kuat pula reputasi akademik universitas. Hal ini dapat meningkatkan daya saing perguruan tinggi dalam memperoleh kerja sama, hibah penelitian, dan kepercayaan masyarakat.

4. Memperluas Kolaborasi Riset

Dosen dengan rekam jejak sitasi yang baik lebih mudah dikenali oleh peneliti lain baik di tingkat nasional maupun internasional sehingga membuka peluang kolaborasi penelitian yang lebih luas.

5. Menjadi Motivasi Budaya Publikasi

Pemeringkatan ini mendorong dosen untuk terus menghasilkan penelitian yang berkualitas, dipublikasikan pada jurnal bereputasi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Bukti Kemajuan Akademik UNIKI

Masuknya sejumlah dosen UNIKI dalam daftar teratas AD Scientific Index 2026 menjadi indikator bahwa kampus yang berlokasi di Kabupaten Bireuen tersebut terus menunjukkan kemajuan dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

Keberhasilan Novia Hasdyna, Kamaruddin, T. Irfan Fajri, Azhari, Amrullah, M. Yusuf A. Samad, Rahmi, Mutasar, Imam Malik, dan Fatimah Zuhra mencerminkan tumbuhnya budaya akademik yang produktif di lingkungan kampus. Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat publikasi ilmiah bereputasi, serta memperluas kontribusi keilmuan bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan dunia.

Di tengah persaingan global yang semakin ketat, capaian para dosen UNIKI pada AD Scientific Index 2026 menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di Aceh juga mampu berkontribusi dalam peta ilmu pengetahuan dunia melalui karya-karya ilmiah yang berkualitas dan berdampak luas