Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya di tengah bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen. Memasuki hari kedelapan pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik, puluhan mahasiswa bersama dosen serta jajaran rektorat turun langsung membantu warga terdampak di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Kutablang, Kamis (1/1/2026).
Desa Ujong Blang merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah saat banjir bandang menerjang pada akhir November 2025. Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi desa masih memprihatinkan: rumah warga rusak berat, sebagian hilang terbawa arus, dan pemukiman masih tertimbun material lumpur dengan ketebalan bervariasi.
Wakil Rektor III UNIKI sekaligus Ketua KKM Tematik, Dr. H. Kamaruddin, mengungkapkan bahwa kegiatan kemanusiaan ini melibatkan unsur akademisi secara maksimal.
“Hari kedelapan ini kami mengerahkan 74 mahasiswa KKM, 15 pengurus BEM, serta 18 dosen pendamping. Fokus utama kami adalah membantu warga Ujong Blang bangkit dari sisa-sisa bencana,” ujarnya kepada Bedahnews.com.
Titik prioritas penanganan awal berada di halaman Meunasah yang kini menjadi pusat aktivitas pengungsi. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, bangunan tersebut menjadi tumpuan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
“Halaman meunasah tertimbun lumpur hingga 50 sentimeter. Kami berupaya menuntaskan pembersihan hari ini agar akses ibadah dan aktivitas warga kembali pulih,” tambah Kamaruddin.
Selain halaman, tim UNIKI juga melakukan pembersihan di area tempat wudu, kamar mandi, dan saluran air demi memastikan sanitasi tetap terjaga. Setelah itu, tim dijadwalkan bergerak ke pemukiman warga untuk membuka akses jalan menuju rumah-rumah yang masih tertutup material lumpur.
Tak hanya tenaga fisik, UNIKI juga menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir. Bantuan ini berasal dari Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen sekaligus anggota DPR Aceh, Dr. H. Amiruddin Idris, dan diserahkan secara simbolis kepada Keuchik Ujong Blang, Mulyadi.
Keuchik Mulyadi mengaku terharu dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian civitas akademika UNIKI. Ia mengenang malam mencekam saat luapan Krueng Tingkeum menghantam desanya.
“Sekitar 10 rumah hanyut dibawa arus, sisanya tertimbun lumpur setinggi 1 hingga 2 meter. Dari 140 KK atau sekitar 500 jiwa, banyak yang masih mengungsi karena rumah tidak layak huni,” ungkapnya.
Mulyadi menegaskan, bantuan alat berat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan.
“Tenaga manual sudah tidak cukup. Kami berharap pemerintah segera menurunkan alat berat agar pemukiman bisa dibersihkan dan warga bisa pulang ke rumah masing-masing,” pungkasnya.
Kegiatan kemanusiaan UNIKI ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan Ujong Blang, sekaligus membuka kembali akses layanan dasar bagi masyarakat yang masih berjuang di tengah kondisi pascabencana.
Tinggalkan Jejak dengan berkomentar
Belum ada komentar. jadilah yang pertama!