Mahasiswa UNIKI Hadirkan Keceriaan di Tenda Pengungsian Lewat Perlombaan Anak

Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan pengabdian sebagai relawan di lokasi Bencana Hidrometeorologi. Kali ini, para mahasiswa berkolaborasi dengan Yayasan Sukma Bangsa Bireuen mengadakan berbagai perlombaan sederhana untuk anak-anak pengungsi di Kampung Serampah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. (Minggu, 12/4/2026)

Kegiatan ini bertujuan untuk menghibur sekaligus mengembalikan keceriaan anak-anak yang terdampak bencana. Dalam suasana tenda pengungsian yang penuh keterbatasan, gelak tawa anak-anak mulai terdengar saat mengikuti berbagai lomba yang diselenggarakan oleh para relawan mahasiswa. Adapun perlombaan yang dibuat berupa; mengaji, story telling, Azan dan perlombaan lainnya.

Salah seorang relawan mahasiswa, Aulia Agustian, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya kecil untuk menghibur anak-anak pengungsi.

“Kami membuat perlombaan kecil-kecilan bagi anak-anak pengungsi. Kami mencoba mengembalikan senyum dan tawa mereka, walaupun sebenarnya itu tidak mudah. Tapi kami tetap berusaha,” ujarnya.

Relawan Mahasiswa UNIKI

Sementara itu, Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi relawan mahasiswa ini. Kegiatan perlombaan yang mereka adakan sangat tepat untuk menarik kembali tawa dan senyum anak-anak di pengungsian. Terima kasih atas dedikasinya, ini menjadi pelajaran sekaligus pengalaman hidup yang sangat bernilai dan tidak akan terlupakan,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Gampong Serampah yang merasa terbantu dan terkesan dengan kehadiran para mahasiswa UNIKI di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa UNIKI di gampong kami. Kehadiran kalian sangat berkesan bagi kami.” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNIKI tidak hanya menjalankan peran tridharma perguruan tinggi dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi anak-anak yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.