Bireuen, Uniki – Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., secara resmi melepas mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 di halaman kampus UNIKI, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa memperkuat literasi dan mendorong pembangunan desa di Aceh Tengah.
Pelepasan tersebut turut didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Dr. Jalaluddin, S.H., M.M., serta unsur pimpinan universitas.
Dalam sambutannya, Rektor berpesan agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan, menumbuhkan kepedulian, serta menjaga nama baik almamater selama menjalankan program pengabdian.

“Jadilah agen perubahan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Jaga kekompakan, saling peduli, dan senantiasa menjaga nama baik almamater,” pesannya.
Ketua Tim Pelaksana, Mizan Maulana, S.P., M.Si., mengatakan UNIKI kembali berhasil memperoleh Hibah Mahasiswa Berdampak Aksara 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Alhamdulillah, tahun ini UNIKI kembali memperoleh hibah Mahasiswa Berdampak Aksara 2026. Ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penguatan literasi dan pembangunan desa, 23 mahasiswa dari berbagai fakultas ikut dalam program askara berdampak ini” ujarnya.
Program tahun ini mengusung tema “Bersama Mahasiswa, Menguatkan Literasi, Membangun Desa, Menuju Indonesia Berdampak.” Pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung sekitar dua bulan, dengan durasi dan tahapan kegiatan menyesuaikan perkembangan serta kebutuhan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Mizan Maulana didukung dua anggota tim, Dian Eriani, S.H., M.H., dan Murni, S.E., M.Si. Tim akan mengarahkan pelaksanaan program agar kegiatan mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sasaran di Aceh Tengah.
Melalui program ini, UNIKI mendorong mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat budaya literasi, dan berperan aktif dalam pembangunan desa.
