Dekan Faperta Bentuk Satuan Tugas (Satgas) Ilmu Pertanian, Dorong Peningkatan Mutu Pertanian

Bireuen, Uniki – Dekan Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Mizan Maulana, S.P.,M.Si Satuan Tugas (Satgas) Ilmu Pertanian Guna meninjau persoalan petani. Minggu, 16/8/2026.

Melalui Satgas Ilmu Pertanian UNIKI yang dibentuk oleh Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana, S.P., M.Si., mahasiswa diberikan ruang untuk belajar, berkarya, sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan pertanian secara langsung di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas berkesempatan mengunjungi Desa Tambo Tanjong, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, yang merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertanian padi. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan baik dari aparatur dan masyarakat desa.

Tim disambut Kepala Desa Tanjong TGk Zaki didampingi Kepala Dusun Syahrep. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung mengenai kondisi pertanian, pengalaman petani, berbagai kendala dalam budidaya padi, serta kebutuhan petani yang dihadapi saat ini.

Dekan FAPERTA UNIKI Mizan Maulana, S.P., M.Si. menegaskan bahwa mahasiswa Ilmu Pertanian harus memiliki kemampuan untuk melihat persoalan pertanian secara nyata.

“Mahasiswa pertanian tidak cukup hanya memahami teori di ruang kelas. Mereka harus turun ke sawah, berdialog dengan petani, melihat persoalan secara langsung, dan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan petani saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan pertanian yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan ilmu yang diperoleh di kampus dengan persoalan nyata yang dihadapi petani, kemudian menghasilkan gagasan, inovasi, maupun karya yang dapat memberikan manfaat.

Kegiatan di Desa Tambo Tanjong juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memetakan kebutuhan petani padi, mulai dari aspek budidaya, pengelolaan tanaman, permasalahan hama dan penyakit, penggunaan sarana produksi, hingga tantangan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dengan turun langsung ke lapangan, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga menjadi penghasil gagasan dan solusi bagi sektor pertanian.

“Dari sawah kita belajar, dari petani kita memahami persoalan, dan dari persoalan tersebut mahasiswa harus mampu melahirkan karya serta solusi,” tambah Mizan.

FAPERTA UNIKI berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat melalui kegiatan pembelajaran lapangan, penelitian, pengabdian, serta pengembangan inovasi pertanian yang berbasis pada kebutuhan nyata petani.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat kampus berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai akademik, tetapi juga belajar untuk berkarya, memecahkan masalah, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat pertanian di Kabupaten Bireuen.