Bireuen, Rabu15 April 2026. Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr. H. Amiruddin Idris S.E., M.Si, memimpin langsung Rapat Koordinasi Kurikulum Pesantren Jami’ah Kebangsaan yang dilaksanakan di Ruang Pustaka Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Rabu (14/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor, para Dekan, hingga dosen bidang keagamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat integrasi kurikulum pesantren dalam sistem pendidikan di lingkungan kampus.
Dalam arahannya, Pembina Yayasan Kebangsaan menegaskan bahwa kurikulum pesantren akan menjadi bagian penting dari mata kuliah agama di UNIKI. Menurutnya, sebagai perguruan tinggi berbasis Islam, UNIKI harus mampu menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai keagamaan.
“Kurikulum pesantren harus menjadi bagian integral dari pembelajaran. Apalagi kita adalah Universitas Islam Kebangsaan, maka keseimbangan antara nilai keislaman dan keilmuan umum harus benar-benar terwujud di kampus ini,” ujar Amiruddin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan karakter mahasiswa melalui pendidikan berbasis pesantren, sehingga lulusan UNIKI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan nilai religius yang kuat.
Sementara itu, Direktur Pesantren Mahasiwa Jami’ah Kebangsaan Tgk Yusri, S.sos menambahkan bahwa nilai-nilai keislaman harus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan di universitas. Ia juga menyampaikan bahwa pihak pesantren telah menyediakan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa yang ingin bermukim.
“Bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah, kami menyediakan fasilitas pesantren mahasiswa Jami’ah Kebangsaan dengan sarana yang lengkap dan biaya yang sangat terjangkau,” ungkapnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kurikulum pesantren di lingkungan UNIKI dapat dirumuskan secara komprehensif dan implementatif, sehingga mampu mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi.
