GEBASACEH UNIKI Tampilkan Budaya Aceh

Bireuen, Uniki – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) menggelar Gelar Ekspresi Bahasa dan Sastra Aceh (GEBASACEH) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UNIKI Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. H. Kamaruddin, M.M., serta Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dr. Drs. M. Taufiq, M.Pd. Turut hadir dosen, mahasiswa, dan tamu undangan yang memberikan dukungan terhadap pelestarian bahasa dan budaya Aceh.

Dekan FKIP UNIKI, Dr. Drs. M. Taufiq, M.Pd., mengatakan bahwa GEBASACEH merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh. Menurutnya, ujian tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui praktik yang mampu mengasah kemampuan mahasiswa tampil di depan publik.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari ujian akhir semester mahasiswa. Kami ingin mahasiswa terbiasa tampil di atas panggung, memiliki rasa percaya diri, serta mampu memperkenalkan Bahasa dan Sastra Aceh kepada masyarakat. Mereka adalah generasi yang memiliki tanggung jawab menjaga dan melestarikan warisan bahasa daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, GEBASACEH menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri, mengembangkan bakat dan kreativitas, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya Aceh melalui berbagai pertunjukan yang bernilai edukatif.

Beragam penampilan ditampilkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut, di antaranya mendongeng, seupama atau tradisi lisan Aceh dalam bentuk balas pantun, sandiwara, hingga peragaan busana adat Aceh. Seluruh penampilan dikemas dengan menarik sehingga mampu memperlihatkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Aceh kepada para hadirin.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M., mengapresiasi pelaksanaan GEBASACEH sebagai bentuk pembelajaran yang aplikatif.

“Ujian akhir semester mahasiswa memang semestinya dapat dikemas seperti ini. Khususnya bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, kemampuan berbahasa dan bersastra tidak cukup hanya dipelajari secara teori, tetapi harus dipraktikkan secara langsung. Dengan tampil di hadapan banyak orang, mahasiswa akan memiliki keberanian, kemampuan berkomunikasi, sekaligus menjadi duta pelestari budaya dan kearifan lokal Aceh,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga eksistensi bahasa dan budaya daerah.

Kegiatan GEBASACEH berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Mahasiswa secara bergantian menampilkan kreativitas terbaik mereka hingga seluruh rangkaian acara berakhir. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh FKIP UNIKI menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pelopor pelestarian bahasa, sastra, dan budaya Aceh di tengah masyarakat.