Bireuen, Uniki – Pekan Orientasi Mahasiswa Baru (POMABA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memasuki hari terakhir dengan penekanan kuat terhadap kesiapan mahasiswa dalam menjalani proses akademik dan kehidupan perkuliahan. Kegiatan berlangsung di halaman tengah Kampus UNIKI, Minggu, (30 /8/2026).

Hari terakhir POMABA diawali dengan materi Pengenalan Pesantren Jamiah Kebangsaan yang disampaikan oleh Tgk. Yusri, S.Sos., M.Si., M.S., yang diwakili oleh Wakil Dekan Fakultas Agama Islam, Muhammad, M.Pd.

Dalam penyampaiannya, Muhammad menjelaskan bahwa UNIKI menjadi satu-satunya kampus di Aceh yang memiliki fasilitas Pesantren Jamiah Kebangsaan sebagai bagian dari lingkungan pendidikan mahasiswa.
“UNIKI merupakan kampus di Aceh yang memiliki Pesantren Jamiah Kebangsaan. Karena itu, bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan membutuhkan tempat tinggal sekaligus lingkungan pendidikan keagamaan, sangat direkomendasikan untuk bermukim di pesantren,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Pesantren Jamiah Kebangsaan tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter, kedisiplinan serta pemahaman keagamaan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UNIKI.
Mahasiswa Harus Mandiri Mengelola Perkuliahan
Materi berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UNIKI Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M menekankan pentingnya mahasiswa baru memahami sistem dan alur akademik sejak awal perkuliahan.
Mahasiswa diminta tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada orang lain dalam mengurus kebutuhan akademiknya. Mulai dari pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), pemilihan dan pengambilan Satuan Kredit Semester (SKS), hingga memahami jadwal perkuliahan dan berbagai ketentuan akademik.
“Mahasiswa harus mulai belajar mandiri. Pahami alur perkuliahan, bagaimana mengurus KRS, memahami SKS, jadwal kuliah, serta berbagai aturan akademik yang berlaku. Jangan sampai mahasiswa tidak mengetahui apa yang menjadi tanggung jawabnya sebagai mahasiswa,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengikuti perkuliahan di dalam kelas, tetapi juga oleh kemampuan mengelola proses akademik secara bertanggung jawab.
“Mulai hari ini, kalian bukan lagi siswa. Kalian adalah mahasiswa yang dituntut lebih mandiri, disiplin dan bertanggung jawab terhadap proses pendidikan masing-masing,” tambahnya.
Kenali Penelitian dan Pengabdian Sejak Menjadi Mahasiswa
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIKI, Dr. Iskandar, M.Pd., memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dunia perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perkuliahan, tetapi juga mencakup pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian serta kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian.
Mahasiswa didorong untuk mulai membangun budaya akademik sejak semester awal, termasuk memiliki rasa ingin tahu, mampu membaca persoalan di lingkungan sekitar serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan ilmiah.
Jaga Nama Baik Almamater
Pada sesi berikutnya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNIKI kembali mengingatkan mahasiswa baru agar menjaga nama baik almamater, baik di lingkungan kampus maupun ketika berada di tengah masyarakat.
“Jaga almamater, jaga nama baik UNIKI. Kalian adalah bagian dari keluarga besar UNIKI. Apa yang kalian lakukan akan membawa nama almamater,” pesannya.
Ia juga menyampaikan bahwa UNIKI merupakan perguruan tinggi swasta terbaik ketiga di Aceh, sehingga capaian tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas mahasiswa.
“Prestasi institusi harus diimbangi dengan kualitas mahasiswa. Karena itu, setelah mengikuti POMABA, tugas kalian adalah meningkatkan kualitas diri, baik dalam bidang akademik, organisasi maupun karakter,” tegasnya.
Menurutnya, mahasiswa baru harus memanfaatkan kesempatan selama berada di UNIKI untuk mengembangkan kompetensi, mengikuti kegiatan kemahasiswaan secara positif, membangun jejaring serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Ditutup Orasi BEM Se-Fakultas
Rangkaian POMABA UNIKI hari terakhir kemudian ditutup dengan orasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-fakultas. Orasi tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian orientasi sekaligus momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan organisasi dan kemahasiswaan di lingkungan UNIKI.
Dengan berakhirnya POMABA, mahasiswa baru UNIKI secara resmi diarahkan untuk memasuki tahap berikutnya, yakni menjalani kehidupan akademik sebagai mahasiswa.
POMABA tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa keberhasilan selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab akademik dan komitmen menjaga nama baik almamater.
