Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI Gelar Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen 2026

Bireuen, Uniki – Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) menggelar Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026 di Halaman Kantor Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Sabtu, (15/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bermain untuk Pulih, Berbudaya untuk Bangkit” tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang bermain yang edukatif sekaligus mendukung pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana banjir meteorologi yang melanda Aceh.

Festival tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M., Penata Layanan Operasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Irnawati, S.Pd., Keuchik Balee Panah Tgk. Muntazar, S.E., M.M., seluruh perangkat desa, Dosen Pembimbing Imam Taufik Harahap, S.H., M.Si. dan Dian Eriani, S.H., M.H., Finalis Agam Inong Bireuen tahun 2026 serta masyarakat Desa Balee Panah.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Ismatur Rahmi. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak korban bencana melalui aktivitas permainan tradisional.

“Festival ini bertujuan sebagai sarana trauma psikososial melalui permainan tradisional bagi anak-anak korban bencana banjir meteorologi yang melanda Aceh. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bermain yang menyenangkan sekaligus mengenalkan kembali budaya permainan tradisional kepada anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.

“Kami berharap permainan tradisional dapat kembali dimainkan oleh adik-adik, sehingga permainan yang merupakan bagian dari warisan budaya ini tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Keuchik Balee Panah, Tgk. Muntazar, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI yang telah memilih Desa Balee Panah sebagai lokasi pelaksanaan festival.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI yang telah menyelenggarakan Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen di Desa Balee Panah. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat,” katanya.

Festival kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M. Ia memberikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI yang telah menggagas kegiatan yang dinilai memiliki nilai edukasi, sosial, dan budaya tersebut.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai penting dalam membangun interaksi sosial, kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas anak-anak.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI yang telah menyelenggarakan Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026. Permainan tradisional saat ini sudah hampir hilang di tengah perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Rahmat Hidayat, S.P., M.Pd., dari bidang Kemahasiswaan UNIKI, dengan tema “Membangkitkan Semangat Pasca Bencana.”

Dalam penyampaian materinya, Rahmat Hidayat mengemas kegiatan secara interaktif melalui permainan tebak-tebakan yang membuat para peserta, khususnya anak-anak, antusias dan terhibur. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus membangun kembali semangat anak-anak setelah menghadapi situasi bencana.

Materi selanjutnya membahas pengenalan permainan tradisional. Dalam pemaparannya, Rahmat menekankan pentingnya mengenalkan berbagai jenis permainan tradisional kepada generasi muda sejak dini.

“Anak-anak harus mulai mengenal berbagai jenis permainan tradisional. Selain menyenangkan, permainan tradisional juga mengajarkan kebersamaan, kerja sama, sportivitas, kreativitas, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh generasi sebelumnya,” jelasnya.

Festival semakin meriah dengan digelarnya tujuh cabang perlombaan permainan tradisional, yaitu Terompah Payang, Galah Kandang, Silop Bruk, Layangan, Tarek Situk, dan Sye (Klep).

Antusiasme terlihat dari keikutsertaan anak-anak dan masyarakat Desa Balee Panah dalam mengikuti berbagai permainan tersebut. Selain menjadi hiburan, perlombaan juga menjadi media untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda.

Melalui Festival Permainan Tradisional Kabupaten Bireuen Tahun 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum UNIKI berharap permainan tradisional dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola bermain.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan sosial dan budaya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan psikososial anak-anak pascabencana serta menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah.