Aceh besar, Uniki – Ketua Yayasan Kebangsaan Bireuen, Hj. Nuryani Rachman, M.M., didampingi Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., menghadiri Rapat Kerja Pimpinan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Pimpinan Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah XIII Aceh yang berlangsung di The Pade Hotel, Aceh Besar Kamis s/d Jumat, 23 s/d 24 Juli. Sabtu, (25/7/2026)

Kegiatan tersebut menjadi Forum Strategis dalam memperkuat sinergi antara LLDIKTI Wilayah XIII, badan penyelenggara, dan pimpinan perguruan tinggi swasta di Aceh guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi, tata kelola kelembagaan, serta daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional.
Acara diawali dengan sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah XIII, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., yang menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini LLDIKTI Wilayah XIII membina sebanyak 3.525 dosen, namun baru 9 dosen yang berhasil meraih jabatan fungsional Guru Besar.

Selain itu, hingga saat ini belum terdapat perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XIII yang memperoleh Akreditasi Unggul, meskipun telah ada 18 program studi yang berhasil meraih predikat tersebut.
“Data ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tata kelola perguruan tinggi, dan mutu akademik agar semakin kompetitif di tingkat nasional,” ujar Rizal Munadi.
Pada sesi pertama, Dr. Fauzan Adziman memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam penguatan riset dan pengembangan sebagai fondasi transformasi pendidikan tinggi. Ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem riset yang mampu menghasilkan inovasi serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Menurutnya, perguruan tinggi harus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat sehingga hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menjawab berbagai kebutuhan bangsa. Transformasi pendidikan tinggi juga diharapkan mampu melahirkan perguruan tinggi yang adaptif, relevan, dan berdampak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Melalui rapat kerja ini, LLDIKTI Wilayah XIII mengajak seluruh perguruan tinggi swasta di Aceh untuk memanfaatkan berbagai program penguatan kelembagaan yang disediakan pemerintah, meningkatkan kualitas dosen, memperbanyak jumlah Guru Besar, mempercepat pencapaian Akreditasi Unggul, serta memperkuat budaya riset dan inovasi.
Ketua Yayasan Kebangsaan Bireuen, Hj. Nuryani Rachman, M.M., menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia sebagai perguruan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
“Kami berkomitmen untuk terus membangun perguruan tinggi yang inklusif, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Tantangan pendidikan tinggi saat ini menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas secara berkelanjutan,” ungkap Hj. Nuryani Rachman.
Sementara itu, Rektor UNIKI, Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., menegaskan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga mencakup penguatan sumber daya manusia, tata kelola, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta inovasi kelembagaan.
“Perkembangan kampus harus dibangun secara menyeluruh. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam mewujudkan UNIKI sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Zainuddin Iba usai mengikuti kegiatan.
Melalui keikutsertaan dalam rapat kerja ini, UNIKI menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan transformasi pendidikan tinggi yang dicanangkan pemerintah. Hasil forum tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi UNIKI dalam memperkuat kualitas kelembagaan, meningkatkan mutu akademik, memperluas budaya riset dan inovasi, serta mempercepat pencapaian visi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.
