Banda Aceh, 25 April 2026 — Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., menghadiri Musyawarah Wilayah Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Provinsi Aceh yang diselenggarakan di Banda Aceh pada Sabtu, 25 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pembina dan pimpinan perguruan tinggi swasta se-Aceh, serta Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T., yang secara resmi membuka jalannya Musyawarah Wilayah.

Musyawarah Wilayah APTISI Aceh merupakan forum strategis dalam memperkuat sinergi antar perguruan tinggi swasta di Aceh. Dalam agenda utama kegiatan ini, dilakukan pemilihan Ketua APTISI Provinsi Aceh untuk periode 2026–2031. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, Prof. Dr. Bansu Arianto Ansari, M.Pd., ditetapkan sebagai Ketua APTISI Provinsi Aceh secara aklamasi. Penetapan ini mencerminkan kepercayaan dan harapan besar dari seluruh anggota terhadap kepemimpinan beliau dalam memajukan perguruan tinggi swasta di Aceh.

Dalam sambutannya, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan persatuan dalam pelaksanaan musyawarah wilayah. Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting sebagai pondasi dalam membangun peradaban manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Melalui forum ini, mari kita perkuat kolaborasi dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan perguruan tinggi swasta di Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap hasil Muswil APTISI Aceh dapat membawa perubahan signifikan bagi pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Bansu Arianto Ansari, M.Pd. atas amanah yang diberikan sebagai Ketua APTISI Provinsi Aceh periode 2026–2031.
“Semoga kepemimpinan yang baru mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi swasta di Aceh,” ungkapnya.
Musyawarah Wilayah ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran strategis APTISI sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antar perguruan tinggi swasta dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional.
