Yogyakarta, Uniki – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Salah satu program Pemberdayaan Masyarakat melalui Badan Eksekutif Mahasiswa UNIKI berhasil lolos sebagai peserta Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan pada 5–7 Juni 2026. (Minggu,7/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang diseminasi capaian dan dampak program pengabdian mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dosen Pembimbing PPM BEM UNIKI, Mizan Maulana S.P.,M.Si, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, tim UNIKI berhasil menembus seleksi ketat dan masuk dalam jajaran 60 peserta terbaik yang diundang untuk mempresentasikan hasil program pengabdiannya.

“Alhamdulillah, dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, program Pengabdian kepada Masyarakat BEM UNIKI berhasil masuk dalam 60 peserta yang mengikuti Seminar Dampak ini. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan seminar.
Rektor UNIKI, Zainuddin Iba, memberikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah membawa nama baik universitas di tingkat nasional. Ia berharap tim Bem UNIKI mampu meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut.“Kami sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing dalam melaksanakan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat. Semoga dari 60 peserta yang terpilih ini, UNIKI dapat menjadi salah satu peserta terbaik tingkat nasional,” ungkapnya.
Pada kegiatan tersebut, UNIKI diwakili oleh dosen pembimbing Mizan Maulana, S.P., M.Si. bersama mahasiswa Fakultas Komputer dan Multimedia, Muhammad Khairul Adami. Adapun program yang diusung UNIKI mengangkat tema “Peningkatan Nilai Ekonomi Herbal Desa melalui Diversifikasi Produk dan E-Commerce.” Program ini berfokus pada pengembangan produk herbal desa melalui inovasi produk serta pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Mizan Maulana menambahkan bahwa pada akhir kegiatan seminar akan diumumkan tiga peserta terbaik tingkat nasional. Oleh karena itu, ia mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika UNIKI agar mampu meraih prestasi terbaik.
“Semoga UNIKI dapat menjadi salah satu yang terbaik dalam ajang ini dan terus menunjukkan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat melalui program-program pengabdian yang inovatif dan berkelanjutan,” harapnya.
Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 berlangsung selama tiga hari, 5–7 Juni 2026, di Yogyakarta dan menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik pengabdian kepada masyarakat dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
