Bireuen, Uniki – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan VII Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti oleh 383 mahasiswa dari Kampus Induk UNIKI Bireuen dan Kampus UNIKI Lhokseumawe. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 23–24 Juli 2026, di Aula Lantai III UNIKI, Kamis, 23/7/2026).
Pembekalan secara resmi dibuka oleh Rektor UNIKI, Dr. Zainuddin Iba, S.E., M.M., yang diwakili oleh Wakil Rektor I, Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, M.M., CFRM, jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, Badan Penjaminan Mutu (BPM), serta para narasumber dari Kabupaten Pidie Jaya. Pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa ditempatikan di Wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia KKM, Dr. H. Kamaruddin, M.M., CFRM, menyampaikan bahwa pembekalan diikuti oleh 383 mahasiswa, terdiri atas 289 mahasiswa dari Kampus Induk UNIKI Bireuen dan 94 mahasiswa dari Kampus UNIKI Lhokseumawe.
Ia menjelaskan bahwa KKM Angkatan VII Tahun Akademik 2025/2026 mengusung tema “Pemberdayaan Gampong Berbasis Inovasi, Ketahanan Pangan, Digitalisasi, dan Pemulihan Pascabanjir Menuju Pidie Jaya yang Tangguh, Mandiri, dan Sejahtera.”
Menurutnya, pelaksanaan KKM tahun ini dipusatkan di Kabupaten Pidie Jaya selama kurang lebih satu bulan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan KKM sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dengan selalu mengedepankan etika, sopan santun, serta menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
“Jadikan KKM sebagai momentum pengabdian kepada masyarakat. Etika dan sikap yang baik harus selalu diutamakan karena mahasiswa membawa nama baik Universitas Islam Kebangsaan Indonesia,” ujar Dr. H. Kamaruddin.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Rektor I UNIKI, Dr. Mai Simahatie, S.E., M.M., menyampaikan bahwa KKM merupakan mata kuliah universitas yang wajib diikuti mahasiswa tingkat akhir sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program-program kerja yang inovatif dan berkelanjutan.
“Saya berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan selama melaksanakan KKM. Susun dan laksanakan program kerja yang benar-benar memberikan manfaat serta mendukung kemajuan Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dr. Mai Simahatie juga menjelaskan bahwa konsep KKM Berdampak menekankan agar setiap kegiatan yang dilakukan mahasiswa menghasilkan manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, digitalisasi gampong, hingga pemberdayaan usaha masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga etika, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan dari sejumlah narasumber yang memberikan bekal akademik maupun pemahaman kondisi daerah lokasi KKM.
Narasumber pertama, Kompol Ikhsan dari Polres Pidie Jaya, menyampaikan materi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama pelaksanaan KKM. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif selama berada di lokasi pengabdian.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif serta mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie Jaya, T. Safrizal, S.STP., M.S.M., yang memaparkan kondisi Kabupaten Pidie Jaya sebelum dan sesudah bencana banjir. Ia menjelaskan berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah tersebut sekaligus peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui program-program inovatif.
Menurutnya, mahasiswa KKM diharapkan mampu menghadirkan langkah-langkah konkret yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui penguatan ekonomi desa, inovasi pemberdayaan masyarakat, digitalisasi pelayanan, serta pengembangan potensi lokal.
Sementara itu, pada sesi akademik, Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UNIKI, Aisyah A. Rahman, M.Pd., menyampaikan materi mengenai implementasi Outcome Based Education (OBE) dalam sistem penilaian KKM sebagai bagian dari pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Melalui pembekalan ini, UNIKI berharap seluruh peserta memiliki kesiapan akademik, mental, dan sosial dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Dengan mengusung semangat KKM Berdampak, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan daerah.
