Lhokseumawe, Uniki – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) sukses menuntaskan rangkaian program penguatan ekonomi di Desa Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Sabtu, (29/8/2026)
Selama tiga hari intensif, terhitung sejak Kamis (27/8) hingga Sabtu (29/8), BUMDesa Peumakmue Syuhada digembleng dengan inovasi teknologi pakan dan strategi manajemen modern. Program yang didanai oleh Kemdiktisaintek ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah intervensi teknologi tepat guna untuk menjawab keterpurukan ekonomi pasca bencana banjir bandang yang sempat melumpuhkan produktivitas warga.
Kegiatan dimulai pada Kamis (27/8) dengan agenda sosialisasi dan workshop teknis. Ketua Tim Pengusul UNIKI, Koko Bustami, SE., M.Si, mengungkapkan bahwa musuh utama pembudidaya lele saat ini adalah biaya operasional yang tidak sehat.
“Data lapangan menunjukkan 70 persen biaya habis hanya untuk pakan pabrikan. Hari pertama ini kami fokus pada transfer pengetahuan; bagaimana mengubah limbah lokal pesisir menjadi pakan berkualitas melalui formulasi kimia organik. Kami ingin mitra mandiri secara intelektual sebelum kami beri alatnya,” tegas Koko dalam sesi wawancara. Pada Jumat (28/8), suasana di lokasi BUMDesa tampak sibuk dengan instalasi Mesin Cetak Pelet Apung tipe RYT-400.
Tim UNIKI bersama mahasiswa skema MBKM mendemonstrasikan cara kerja mesin dan alat ukur kualitas air digital kepada pengurus BUMDesa dan warga. Di saat yang sama, penguatan sektor manajerial dilakukan melalui pelatihan penyusunan SOP produksi dan sistem akuntansi arus kas. Hal ini bertujuan agar BUMDesa tidak lagi mengelola usaha dengan sistem “kira-kira”, melainkan berbasis data keuangan yang akurat.Memasuki hari terakhir, Sabtu (29/8), fokus beralih ke sektor hilir.
Masyarakat diberikan pelatihanĀ Digital MarketingĀ melalui optimalisasi akun media sosial bisnis dan Google Bisnisku. Langkah ini diambil untuk memastikan hasil panen nantinya dapat terserap pasar dengan harga kompetitif tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang. Ketua BUMDesa Peumakmue Syuhada, Saifullah Aba, ST, memberikan apresiasi tinggi atas model pengabdian yang komprehensif ini.
“Tiga hari ini sangat membuka mata kami. Selama ini kami hanya fokus membesarkan ikan, tapi tidak menghitung efisiensi. Dengan mesin pakan mandiri dan strategi digital dari UNIKI, kami optimistis BUMDesa bisa menjadi motor ekonomi baru bagi pemuda dan warga terdampak bencana di desa kami,” ungkapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan berita acara penyelesaian kegiatan dan komitmen pendampingan berkelanjutan selama satu siklus budidaya ke depan. Selain bantuan fisik, UNIKI juga menargetkan luaran berupa artikel ilmiah terakreditasi SINTA dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas modul pelatihan yang disusun.Melalui sinergi ini, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) membuktikan peran nyatanya dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), sekaligus menjadikan Desa Kampung Jawa sebagai contoh nyata transformasi ekonomi pesisir yang tangguh teknologi dan mandiri secara finansial.
